Sejarah Singkat Tentang Hadrah
Secara historis, masyarakat Madinah pada abad ke 6 telah menggunakan hadrah sebagai musik pengiring. Pada zaman nabi sering disajikan dalam acara penyambutan atas kedatangan Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Makkah. Masyarakat Madinah kala itu menyambut kedatangan beliau dengan syair Thaala’al Badru yang diiringi dengan hadrah, sebagai ungkapan kebahagiaan atas kehadiran Rasulullah SAW.
Di Indonesia, sekitar abad 13 Hijriyah seorang ulama besar dari negeri Yaman yang bernama Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi, datang ketanah air dalam misi dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Di samping itu, beliau juga membawa sebuah kesenian Arab berupa pembacaan shalawat yang diiringi rebana ala Habsyi atau yang dikenal saat ini adalah Hadrah, dengan cara mendirikan majlis shalawat serta puji-pujian kepada Rasulullah SAW sebagai sarana mahabbah (kecintaan) kepada Nabi Muhammad SAW. Selang beberapa waktu majlis itupun menyebar ke seluruh penjuru daerah terutama Banjar Masin, Kalimantan dan Jawa.
Adapun jenis alat yang digunakan dalam musik hadrah merupakan satu set alat musik rebana lengkap yang terdiri dari bass hadrah, rebana (atau dalam istilah sebagian di jawa tangah disebut “terbang”), tamborin, dan juga marawis. Jenis pukulan (tabuhan) hadrah, ada yang disebut master satu, master dua, giring, dan bass. Pukulan master satu dan dua merupakan yang paling penting, sebab ini ibaratnya sebagai jantung permainan hadrah,dan pukulan ini termasuk yang paling sulit. Pukulan master dapat berjalan walaupun tidak ada pukulan giring. Seperti namanya, pukulan giring berfungsi untuk menggiring pukulan master.
Di SMK Duta Karya, Rebana hadrah menjadi salah satu ekstrakurikuler pilihan yang cukup diminati. Ekstrakurikuler yang berdiri sejak tahun 2015 ini menjadi salah satu kebanggaan siswa, karena selain dapat memfasilitasi siswa dalam pengembangan seni dan bakat, hadrah di SMK Duta Karya menjadi wadah dalam bersilaturrahim, kedisiplinan, keteladanan, tanggung jawab serta berkarakter religius yang berarti: karakter beragama yang bertujuan menanamkan nilai dalam diri siswa dan pembaharuan tata kehidupan bersama yang lebih menghargai kebebasan orang lain. Tujuan jangka panjangnya adalah membuat peserta didik lebih tanggap terhadap rangsangan sosial yang secara alami ada, yang pada gilirannya semakin mempertajam visi hidup yang akan diraih lewat proses pembentukan diri secara terus menerus.
Selain itu SMK Duta karya juga terus berusaha turut melestarikan budaya jawa, budaya Islami yang semakin hari semakin hanyut tergerus karena perkemangan zaman.
Pendiri Ekstra Hadrah di SMK Duta Karya yaitu bapak Shofwan Wahyudi, atau biasa dipanggil pak Iwan, dengan nama kerennya yang selalu muncul dimedia sosial adalah kangmas_Iwane, beliau juga menjadi satu-satunya official atau pelatih sejak mulai berdiri tahun 2015 hingga sekarang, sosok yang cukup nyentrik itu tidak hanya mengajar sebagai pelatih, namun juga menjadi salah satu guru Program Keahlian Teknologi Farmasi,
Ekstrakurikuler Hadrah SMK Duta Karya sudah dikenal dikalangan Masyarakat, tidak hanya dilingkungan sekitaran SMK Duta Karya, namun sudah cukup dikenal secara luas khususnya di kabupateh Kudus, hal ini dibuktikan adanya kepercayaan masyarakat yang sedang mempunyai hajat (khitan ataupun walimatul ursy) mengundang untuk sekedar mengisi acara ataupun memeriahkan acara yang sedang digelar. Atas dasar inilah hadrah di SMK Duta Karya masih terus eksis dan berkarya di era perkembangan zaman, yang mana alat musik tradisional saat ini sudah mulai sepi peminat karena terganti dengan alat-alat digital (elektronika)
Nama Ekstrakurikuler Hadrah di SMK Duta Karya adalah Asyifa’ul Qolbi yang berarti “OBAT HATI”.
Asy-Syifa’: Berarti penyembuh, obat, atau penawar.
Qolbi: Merujuk pada hati, yang dalam Islam dianggap sebagai pusat emosi, pemikiran, dan spiritualitas manusia.
TUJUAN UMUM ASYIFA’UL QOLBI
Melalui lantunan sholawat yang disajikan oleh group rebana hadrah modern Asyifa’ul Qolbi, tidak hanya akan menjadi hiburan semata, namun diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kepada nabi Muhammad SAW, menenangkan jiwa yang gelisah, membersihkan hati dari kotoran batin, memberikan keteguhan iman dan meningkatkan ketaqwaan, mendatangkan kesembuhan fisik maupun ruhani atas izin Allah SWT.
PROGRAM KERJA EKSTRAKURIKULER HADRAH “ASYIFA’UL QOLBI”
Program Inti
1. Latihan Rutin Mingguan :
a. Pengenalan alat musik (terbang, darbuka, bass)
b. Latihan teknik dasar pukulan dan variasi.
c. Latihan vokal dan penyelarasan lagu sholawat
Dilaksanakan setiap minggu sekali pada hari senin pukul 14.30 wib s.d 16.00 wib
2. Pengkondisian & Pemeliharaan Alat:
a. Penjadwalan petugas pengeluaran dan penyimpanan alat agar tidak rusak
Dilaksanakan setiap 1 bulan sekali
3. Pengembangan & Penampilan :
a. Penampilan pada peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj dll
b. Pengisi acara di kegiatan sekolah (wisuda, perpisahan, pentas seni).
c. Partisipasi dalam lomba seni hadroh/banjari
✨ Ingin belajar sambil menyalurkan bakat di ekstrakurikuler Hadrah?
Saatnya bergabung bersama keluarga besar SMK Duta Karya Kudus!
Tidak hanya mengasah keterampilan dan karakter, kamu juga dipersiapkan untuk siap terjun ke dunia industri sejak dini.
🌟 Belajar, Berkarya, dan Berprestasi Bersama Kami!
📞 Informasi & Pendaftaran: 0856-4022-0827





